Selamat datang di Blog Mas J. Semoga membantu
TopBottom
Announcement: jika ingin menulikan sesuatu. atau komplind silahkan kirim email ke robinewton1@gmail.com.

Resum Perisan IV

Posted by robi at 19 October 2011
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit


Kerja Cerdas dan Nilai Diri
By : A.B Tjandrarini, S.Si., M.Kom

Sabtu, 15 Oktober 2011 adalah hari dimana kita melakukan perisan yang ke sekian kalinya, yang selalu kita lakukan di area STIKOM Surabaya, kampus kita tercinta. Perisan hari itu, bertemakan “Kerja cerdas dan Nilai diri”. Yang akan dibawakan oleh Bu Tjandrarini S.SI,M.Kom. Dengan mengawali perjumpaan beliau menceritakan sebuah cerita yang mempunyai 2 sisi perbedaan.




Ada 2 anak yang mempunya seorang ayah yang sebelum di akhir hayatnya, beliau memberikan saran kepada anak-anak beliau. Kepada anaknya, sang ayah memberikan 2 buah saran yang mempunyai penilaian yang berbeda.
1.      Jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu
2.      Jika pergi ke toko jangan sampai mukamu terkena sinar matahari

Setelah beberapa tahun kemudian :
-          Anak sulung bertambah kaya
-          Anak bungsu bertambah miskin

Setelah kejadian tersebut terjadi, sang ibu yang masih hidup meras heran, mengapa anak pertama dengan anak kedua jauh berbeda nasibnya. Setelah itu sang ibu bertanya kepada kedua anaknya.
Pertama kepada anak yang bungsu, “ nak, mengapa hidup kamu begini..? apa engkau tidak menjalankan nasehat ayah kamu dulu..?”. Dan sang anak pun menjawab, “ saya menjalankan apa nasehat ayah yang telah di berikan kepadaku”. “Trus mengapa hidupmu sekarang begini..?” kata sang ibu. “Dari saran ayah yang diberikan kepadaku, saya sudah menjalankannya bu. Pertama, Jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, saya tidak pernah meminta siapa pun yang pernah berhutang kepada saya. Dan kedua, Jika pergi ke toko jangan sampai mukamu terkena sinar matahari, saya juga sudah menjalankannya. Setiap saya pergi ke toko, saya selalu berusaha untuk memakai payung, naik angkot, atau sebaagainya agar wajahku tidak terkena matahari.
Setelah mendengar semua cerita anank bungsu, sang ibu ganti bertanya kepada anak sulung. “nak, mengapa hidupmu ini begitu berbeda dengan adik kamu? Apa kau sudah  menjalakan semua saran ayah kamu..?”. Dan anak sulung pun menjawabnya, “saya sudah menjalankan senmua saran yang di katakan  ayah dulu bu, yang pertama ayah menyarankan Jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, dari itu saya tidak pernah memberikan hutang kepada semua orang, agar saya tidak capek-capek untuk menagih hutang. Kedua, Jika pergi ke toko jangan sampai mukamu terkena sinar matahari, dari saran itu saya selalu prgi ke toko pada saat saya pagi-pagi sekali dan saya menutup toko pada saat malam hari, dimana semua orang sudah tidak ada kegiatan.

Dari sedikit cerita di atas, kita tahu bahwa sebuah informasi/pesan sangatlah berharga untuk kita, tetapi tidak semua informasi/pesan itu selalu berbuah positif, semuanya tergantung kepada kita, bagaimana kita mengolah dan memikirkan informasi/pesan yang kita terima. Jangan sampai dari informasi/pesan tersebut menjerumuskan kita.

Dari semua itu,
1.      Setiap kalimat  memiliki presepsi yang berbeda à bagaimana kita isa mengolah dan memikirkan pesan yang di terima.
2.       Dengan positif attitude segala kesulitan adalah perjalanan sukses à untuk menjadi sukses sangatlah susah, tetapi pada akhirnya hasilnya bisa memuaskan.
3.      Berusaha melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan cara yang luar biasa àmengolah sesuatu yang sederhana, menjadikan sesuatu yang luar biasa dengan kreatifitas sendiri.


Makna dari sebuah pesan :
Ø      Sebuah kalimat ditanggapi dengan presepsi berbeda
Ø      Dengan positif attitude segala sesuatu kesulitan adalah perjalanan menuju sukses
Ø      Berusaha melakukan hal biasa dikerjakan dengan cara yang luar biasa




Kerja Cerdas

Kerja Cerdas adalah kerja dengan usaha sama tetapi memberikan hasil yang lebih besar (dua kali lebih besar)
Yang terpenting untuk diterapkan adalah bekerja untuk manfaat maksimum.

Prinsip Kerja Cerdas :
1. Orientasi Hasil                         : Perencanaan tepat waktu
2. Disiplin                                    : Pelaksanaan memperhatikan apa yang sudah direncanakan
3. Dukungan                                 : Rekan kerja, kerabat dalam hal informasi, tenga dan dana
4. Meminimalkan Kesia-siaan         : Mengurangi hal – hal yang tidak bermanfaat.

Inti Kerja Cerdas (Margaret Steen) :
  1. Manajemen Waktu
  2. Melakukan pekerjaan dengan lebih efektif dan efisien
  3. Melakukan trobosan – trobosan baru
Nilai Diri – Self Value :
1. Sebagai suatu contoh uang Rp 1.000,.terdapat arti sebagai berikut ;
          > angka ‘nol’ pertama  = knowledge
          > angka ‘nol’ kedua     = Skill
          > angka ‘nol’ ketiga     = Attitude
2. Siapa pun akan tertarik dengan atribut – atribut positif dalam diri kita
3. Nilai kita ditentukan oleh kualitas diri.

Terdapat 10 macam Kualitas Pribadi yang Disukai :
1. Ketulusan      
2. Kerendahan Hati

3.  Kesetiaan               : a. Punya komitmen yang kuat
                                    b. Selalu bisa di percata
4.  Berpikir Positif      : Lebih suka memberi solusi
5.  Keceriaan
6.  Bertanggung Jawab
7.  Percata Diri           : a. Menghargai diri sendiri
                                    b. Menghargai orang lain
8.  Kebesaran Jiwa      : Tegar dalam menghadapi masa – masa sulit
9.  Easy Going             : a. Berusaha mengecilkan masalah yang besar
                                    b. Tidak suka mengukit masa lalu
                                    c. Merencanakan masa depan

10. Empati                  : a. Bisa menempatkan diri pada posisi orang lain
                                   b. Selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain                                      
READ MORE.......................

Labels:

“LOW PROFILE" : PERLUKAH?

Posted by robi at 10 October 2011
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit


Ada istilah yang sering digunakan dalam pergaulan yakni low profile.Sebutan ini sering ditujukan pada seseorang yang sebenarnya potensial namun tidak mau menonjolkan diri di hadapan publik. Karena pembawaannya, orang yang low profile umumnya rendah hati. Hampir-hampir selalu menghindari berdebat keras di depan umum. Atau ekstremnya tidak banyak ngomong. Namun bukan berarti introvert. Di dunia organisasi kalau toh orang itu punya gagasan selalu disampaikan lewat atasannya. Sifat itu berkaitan dengan kultur, sifat bawaan orang bersangkutan, dan bisa berkait dengan perekayasaan yakni semacam aturan tertulis dan konvensi.
         Tidak jarang seseorang, misalnya yang memiliki kedudukan wakil direktur (wa-dir) dihadapkan pada kesulitan ketika akan menyampaikan gagasan dalam suatu rapat manajemen. Kesulitan ini berkaitan dengan semacam “tatakrama” dalam hal tutur kata dan hirarki jabatan. Ada semacam aturan tidak tertulis atau konvensi ketika atasan hadir dalam rapat tersebut sebaiknya wakilnya jangan proaktif banyak bicara. Kecuali dimintai atau diberi kesempatan berpendapat. Termasuk juga ketika ada “obrolan yang melibatkan para direksi dan wa-dir. Ada semacam konvensi, sang wa-dir sebaiknya low profile karena “khawatir” atasannya merasa tersinggung dan wibawanya turun. Belum lagi ada pertanyaan menggoda kalau wa-dir proaktif bicara dan bekerja ; lalu mana yang sebenarnyareal direktur? Apakah sang direktur atau wakilnya?
         Sifat low profile seseorang sering dihadapkan pada keputusan dilematis. Hal ini kalau low profile itu diposisikan sebagai hasil suatu rekayasa aturan. Ambil contoh saja, di satu sisi sang direktur jarang bicara dan kalau pun bicara tetapi mutunya rendah. Dan cenderung tidak bersemangat menerima gagasan dari wakilnya. Sementara di sisi lain wakilnya jauh lebih cerdas. Namun karena bersifat low profile yang artifisial maka gagasannya berhenti hanya di dalam hati saja. Padahal untuk menghadapi beberapa hal yang mendesak dan strategis, keputusan cemerlang perlu segera diambil. Bisa ditebak apa akibatnya bagi pengembangan unit yang dipimpin direksi bersangkutan.
          Dalam dunia usaha yang beroperasi semakin mengglobal maka dibutuhkan terobosan-terobosan cemerlang. Terobosan itu lahir melalui proses manajemen perubahan. Di dalamnya ada kegiatan diskusi intensif di antara para manajemen dan karyawan. Dalam model manajemen kemitraan (partnership) siapapun didorong untuk mengemukakan pendapat. Begitu pula kalau perusahaan sudah menjadi organisasi pembelajaran. Perusahaan mengembangkan transparansi, akuntabilitas, dan pelatihan-pengembangan diri di kalangan karyawan (manajemen dan non-manajemen). Karena itu perilaku low profile yang direkayasa manajemen puncak sudah ketinggalan zaman. Model itu akan menghambat perkembangan inisiatif, kreatifitas, dan daya inovasi manajemen dari para subordinasi. Biarkanlah mereka secara terbuka dan khusus langsung ke atasan dan sesama mitra kerja untuk menyampaikan semua gagasannya.
         Namun di sisi lain sifat bawaan low profile yang mencerminkan kerendahan hati dan tidak menonjolkan diri sangatlah dibutuhkan perusahaan. Itu penting sebagai modal integritas pribadi karyawan dalam meningkatkan pengembangan diri sendiri. Termasuk pengembangan hubungan kerja dan sosial yang saling mengerti dengan mitra kerja dan dengan atasan. Selain itu sebagai pekerja keras dan cerdas, salah satu ciri seorang karyawan  yang baik adalah low profile. Malah konon sebagian khalayak berujar, biarkan saja seseorang itu bersifat low profile asalkan high bonafide.
sumber :
ronawajah
READ MORE.......................

Labels:

Resume perisan 8 Oktober 2011

Posted by robi at 09 October 2011
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit


Pada hari sabtu, 18 oktober 2011 STIKOM Surabaya mengadakan acara perisan yang keempat.
Pagi hari itu seperti biasa, kita para MABA di suruh panitia untuk datang paling lambat pada pukul 06.15 WIB. Perisan hari in, sama seperti perisan kemarin. Semua panitia di pimpin oleh para mahasiswa baru agar kita tahu cara mengkoordinir sesuatu yang kita pimpin.
Setelah semua peserta sudah berkumpul, dimulailah acaranya dan  tema perisannya adalah tentang “NAPZA”, di mulai dengan berkumpul dan baris di lapangan parkir. Semua yang telah hadir di suruh untuk absentsi kehadiran seperti biasanya.
Setelah absentsi selesai, para peserta di giring ke arena prestasi di lantai 9 untuk memulai acaranya, di sana kita di datangkan tamu dari GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkotika). Yaitu suatu organisasi yang menangani dan melakukan penyuluhan-penyuluhan di suatu sekolah, kampus, dan tempat lainnya untuk mengerti tentang dampak dan resiko dari narkotika. Di sini, kita membahas soal semua yang bersangkutan dengan narkotika. Seperti;
1. Apa itu narkotika?
2. Bagaimana cara penyebarannya, ciri pemakaiannya?
3. Apa bahaya narkoba?
4. Dan bagaimana solusinya?

Pertama kita di jelaskan apa sih narkotika itu?
Narkotika adalah narkoba, psikotropika, dan bahan adiktif.
1. Narkoba
-          Zat dari tanaman atau bukan tanaman, yang dapat menurunkan atau merubah kesadaran, mengurangi sampai hiang rasa nyeri dan dapat timbul ketergantungan. Contohnya seperti; narkoba, cocain, opium

2. Psikotropika
-          Zat atau obat yang berkasiat psioaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat. Contohnya seperti; sabu, ekstasi
3. Bahan adiktif
-          Bahan atau zat yang bukan narkotika maupun psikotropika yang dapat menimbulkan kergantungan. Contohnya seperti; alkohol, kafein, nikotin


> Ganja
   Mempengaruhi perasaan, penglihatan dan pendengaran.
   Efek : 
1.      Konsentrasi hilang
2.      Denyut jantung cepat
3.      Hilang keseimbangan dan koordinasi tubuh
4.      Rasa gelisah dan panik
5.      Depresi kebingungan
6.      Halusinasi

> Heroin
   Dapat “menjerat”pemakaiannya dengan cepat baik fisik atau mental.
-          Bila pemakaian dikurangi maka timbul sakit
-          Jika dihentikan timbul kejang-kejang

> Ekstasi/inek
-          Termasuk psikotropika, biasanya di produksi secara ilegal, berbentuk tablet atau pil
-          Mendorong tubuh bekerja di luar batas kemampuan

> Sabu
-          Pengguna menjadi tergantung secara mental dan pemakaian yang lama menyebabkan
peradangan  pada otot nadi atau kematian.
-          Nama jalanan: sabu, kristal, ubas, glass, ice
-          Efek :
1.      Berat badan menurun
2.      Halusinasi
3.      Kerusakan hati dan ginjal
4.      Kerusakan jantung
5.      Stroke
6.      Kematian

> Rokok
-          Dibedakan menjadi 2, yaitu:
1.      Perokok aktif : orang yang menghisap asap pembakaran rokok
2.      Perokok pasif: orang yang tidak merokok tetapi menghirup asap rokok
-          Akibat  à  gangguan:
1.      Saluran pernapasan
2.      Sistem kardiovasikoler
3.      Sistem syaraf pusat
4.      Sistem pencernaan
5.      Organ reproduksi
6.      Menyebabkan kanker

> Alkohol
1.      Menekan susunan syaraf  pusat, perlambat fungsi otak
2.      Menurunkan kemampuan pengendalian diri

-          Akibat :
-          Perubahan mental
-          Ketagihan
-          Kebutaan
-          Kerusakan hati
-          Kerusakan sistem reproduksi

> Cara penyebaran
1.      Tubuh : menggunakan anggota tubuh untuk menyimpan barang.
2.      Dalam benda : mamakai benda-benda yang mungkin akan di pasarkan.
3.      Paket pos : lewat media pos untuk transaksi, langsung di kirim pada pemasan.
4.      Bawah tumpukan : menggunakan media buah, sayur  atau yang lain untuk menutupi barang.

> Lokasi
   Penyebaran transaksi di lakukan pada lokasi-lokasi tertentu, seperti contohnya:
-          Diskotik, hotel, pertokohan, pasar, warung, perumahan, lokalisasi, parkiran, kampus, sekolah, dsb.

> Faktor memakai narkoba
1.      Internal :
- coba-coba, kepribadian lemah, tidak percaya diri, agama kurang kuat, ingin di terima
  kelompok, trend/mode, senang-senang.

2.      Eksternal :
- tinggal di peredaran, sekolah di lingkungan rawan narkoba, bergaul dengan pemakai,
   dorongan kelompok, broken home, mudah mendapatkan nakoba.

> Ciri pemakaian :
·         Perubahan sikap dan perilaku
- prestasi menurun
- malas belajar
- tidak sopan
- suka mengurung diri
- sering bohong
·         Perubahan fisik
- jalannya sempoyongan
- suka melamun/ ketawa sendiri
- apatis
- takut air à malas mandi

> Bahaya narkoba
·         Fisik
- teler
- sakau
- sakit
- HIV/AIDS
- seks bebas
- ketergantungan
- over dosis
·         Sosial
- keluarga
- masyarakat
- kriminal
- lokalisasi
·         Strategi
- masa depan generasi muda
- rusak moral
- tidak punya rasa cinta tanah air
- masa depan negara suram

> Solusi
-          Berbuat positif
-          Tanamkan nilai - nilai agama
-          Pola hidup sehat
-          Sibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat
-          Jangan ragu menolak narkoba


Dari semua keterangan tentang narkotika di atas, saya menyimpulkan bahwa narkoba adalah barang yang tidak memiliki manfaat bagi diri kita dan orang lain. Dan narkoba sangat perlu dihindari, bahkan kalau bisa dimusnakan. Agar regenerasi bangsa kita terhindar dari barang haram tersebut, dan regenerasi bangsa bisa menjadi insan yang berguna bagi keluarga, masyarakat serta bangsanya sendiri. Jadi, MARI TINGGALKAN NARKOBA DEMI MASA DEPAN KITA..!!
READ MORE.......................

Labels: